Selasa, 17 Oktober 2017

PSSI: Tim Medis Persela vs SP Mungkin Minim Pengalaman | PT RFB

Jakarta, PT Rifan Financindo - Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) memastikan pertandingan Persela Lamongan melawan Semen Padang yang diwarnai insiden nahas kiper Choirul Huda di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (15/10), layak digelar.

Choirul meninggal dunia setelah bertabrakan dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues, saat laga Persela melawan Semen Padang memasuki menit ke-45.

Tidak sedikit orang di dunia maya yang mengkritik kinerja tim medis di Stadion Surajaya. Namun, Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono memastikan pertandingan Persela melawan Semen Padang layak digelar.

"Ya secara standar, pertandingan bisa dijalankan. Ada paramedis, tandu, ambulans, dan rumah sakit terdekat," kata Joko usai pertemuan dengan pihak Kemenpora, Senin (16/10).

Meski memastikan pertandingan Persela melawan Semen Padang layak digelar, Joko tidak memungkiri ada kemungkinan tim medis yang menangani Choirul di lapangan minim pengalaman.


"Menjadi tantangan saat kasus yang dihadapi menjadi kasus yang luar biasa. Yang bisa saja, paramedis yang bersangkutan menjadi pengalaman pertama, yang penanganannya dicermati oleh beberapa orang," ucap Joko.

Lebih lanjut, Joko memastikan PSSI tidak ingin buru-buru dalam melakukan evaluasi dan investigasi. PSSI tidak ingin bertindak gegabah dan menganggap sederhana peristiwa yang menewaskan Choirul.

"Tentu kami terbuka untuk jadi lebih baik terhadap semua kasus yang mungkin terjadi di masa mendatang. Kasus kemarin itu benturan dada dan leher, besok mungkin serangan jantung, dan lain sebagainya," ucap Joko.


"Sepak bola ini menjadi atensi kita semua. Menjadi keprihatinan kita semua saat ada kejadian yang memilukan sampai menghilangkan nyawa seseorang. PSSI ingin melakukan pendalaman melalui Komite Medis, dan berinteraksi juga dengan AFC dan FIFA," sambungnya.

Sementara itu Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi menganggap upaya yang dilakukan tim medis saat menangani Choirul di lapangan sudah maksimal. 


"Begitu itu terjadi, ada evakuasi, dibawa sampai Rumah Sakit dan ke ICU. Dan tindakan ICU sudah lakukan yang terbaik. Tetapi, nyawa beliau tidak bisa kita selamatkan," ujar Edy. 


sumber: cnnindonesia


Baca juga:

0 komentar:

Posting Komentar