AXA Tower Kuningan City

COMODITY

Sesuatu benda nyata yang relatif mudah di perdagangkan, yang biasanya dapat dibeli atau dijual oleh Investor melalui bursa berjangka

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Jl. Prof. DR. Satrio Kav. 18 Kuningan Setia Budi, Jakarta 12940 Telp : (021)30056300, Fax : (021)30056200

Transaksi anda kami jamin aman dari virus, hacker atau gangguan sejenisnya. Karena trading platfoen kami telah terproteksi sangat baik

Kamis, 19 Oktober 2017

Realistiskah Program DP Rp 0 Gubernur Baru DKI Jakarta? | PT Rifan Financindo

Jakarta, RifanFinancindoGubernur dan Wakil Gubernur baru DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno memiliki janji kampanye mengenai penyediaan hunian bagi masyarakat DKI lewat program down payment (DP) 0 rupiah. Program ini diluncurkan dalam rangka mengatasi masalah kepemilikan hunian sebagian besar warga Jakarta, yang dikatakan belum punya rumah sendiri.

Program kepemilikan rumah DP Rp 0 ini diberikan untuk masyarakat yang ingin memiliki rumah, tanpa perlu membayar uang muka rumah atau rusun yang harganya sekitar Rp 350 juta.

Lantas, realistiskah program tersebut?

Pengamat properti sekaligus Country Manager situs properti rumah123.com, Ignatius Untung mengatakan, harga yang dipatok tersebut terbilang sangat susah untuk mencarinya saat ini di Jakarta. Pasalnya, saat ini harga rusunami komersil termurah di Jakarta sendiri berkisar Rp 600 jutaan. 

"Kalau mengacu ke harga rusunami komersil sekarang Rp 600 juta paling murah. Dengan hitungan normal, orang gaji Rp 12 juta saja masih belum bisa beli. Tapi kalau lihat positifnya, mungkin ada perhitungan sendiri yang berbeda, entah harga sudah disubsidi sebagian atau bunganya juga sudah disubsidi sebagian," katanya saat dihubungi detikFinance di Jakarta, Senin (16/10/2017).

Hal ini diamini oleh CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda. Jika disimpulkan gaji rata-rata penduduk Jakarta sebesar Rp 7,5 juta, maka perhitungannya kemampuan cicilannya adalah sebesar Rp 2,5 juta atau 1/3 dari jumlah gajinya. 

Artinya, masyarakat bisa saja membeli rumah yang harga Rp 300 jutaan. Namun menurut dia, akan sangat sulit menemukan lahan di Jakarta saat ini untuk membangun rumah dengan harga segitu. Sehingga persoalan lahan menjadi pertanyaan selanjutnya.

"Kalau kita mau buat rusunami, ujung-ujungnya memang bukan masalah pembiayaan, tapi masalah lahan. Tanahnya di mana. Karena saat ini tanah-tanah yang ada itu enggak bisa lagi hak miliki. Karena kalau beli tanah swasta itu harganya sudah mahal banget," tutur dia.

"Soal DP Rp 0, itu semua rekayasa pembiayaan, bisa semua. Kan kalau kita lihat program sejuta rumah, FLPP DP nya pun sudah bisa 1%. Jadi kita tidak usah memaksakan DP 0%. Karena akan banyak aturan yang harus kita buat lagi," tambahnya.

Gubernur DKI terpilih, Anies Baswedan sendiri menyebut program rumah dengan DP Rp 0 tersebut disebut akan berbentuk rumah susun atau vertikal. Nantinya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menalangi uang muka, sehingga masyarakat tak perlu membayar DP. Lokasi tanahnya pun bisa berada di tanah pemda dan pemerintah. 

Kendati begitu, dia bilang DP Rp 0 sendiri baru bisa diterapkan pada 2018, bukan langsung setelah menjabat pada Oktober 2017. 


sumber: detik


Baca juga:

Rabu, 18 Oktober 2017

Registrasi SIM Card Belum Tentu Hilangkan Kebiasaan 'Pakai Buang' | PT Rifan Financindo

Jakarta, Rifan FinancindoApakah registrasi ulang SIM card bisa menghapus kebiasaan 'pakai buang', Smartfren mengaku tidak bisa memastikan karena sekadar ikut perintah pemerintah saja.

Demikian diungkap VP Technology Relations and Special Project Smartfren Munir Syahda Prabowo. Menurutnya, Smartfren akan selalu patuh terhadap aturan yang dikeluarkan pemerintah, termasuk program registrasi ini.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika kembali menggalakkan program registrasi kartu SIM prabayar untuk pelanggan lama dan baru. 

"Ya pasti ikut. Masak mau melawan pemerintah. Mau logis atau tidak, itu sudah kebutuhan nasional, kebutuhan negara. Kami sebagai operator mendukung," ujar Munir di Anyer.

Soal nantinya apakah bisa menghapus praktik atau kebiasaan 'pakai buang', Munir tidak bisa memastikan. Karena hal itu balik lagi pada penggunanya.

"Pakai buang itu jadi strategi operator. Kalau ada tren begitu di luaran, kami tidak ikut kan lucu," ujar Munir.

"Nah, soal apakah ada pelanggan di kami yang begitu, kami tidak tahu. Itu pedagang dan pelanggan yang melihat. Pokoknya kami hanya mengeluarkan promo salah satunya adalah untuk menarik pelanggan baru," jelasnya.

Terlepas dari itu, program ini sendiri diharapkan bisa mengendalikan siapa pengguna kartu SIM itu. Program ini sendiri sebenarnya sudah ada sejak tahun 2005. Namun, pada praktiknya ada pedagang yang nakal.

"Operator dan pemerintah itu kan berusaha sebaik-baiknya. Tapi kalau di pasar ya sudah pasar yang berbicara. Kami hanya bisa mengeliminasi kejadian-kejadian seperti itu," ucap Munir.

Lebih lanjut Munir menyebut jika praktik 'pakai buang' ini sebenarnya tidak hanya terjadi di Indonesia. Di India fenomena ini juga terjadi.

"Praktik ini di dunia juga dilaksanakan. Terutama untuk operator baru, contohnya Reliance Jio di India. Begitu dia mengeluarkan produk Jio, semua dikasih gratis. Agar apa? Agar menambah pelanggan," pungkasnya.

Seperti diketahui, demi peningkatan perlindungan hak pelanggan jasa telekomunikasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan memberlakukan registrasi nomor pelanggan yang divalidasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) mulai 31 Oktober 2017. 

Penetapan ini diatur dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi, yang telah diubah dengan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 14 Tahun 2017 Tentang Perubahan atas Peraturan Menkominfo Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.

Registrasi ini dikatakan sebagai upaya pemerintah dalam mencegah penyalahgunaan nomor pelanggan, terutama pelanggan prabayar sebagai komitmen melindungi konsumen dan untuk kepentingan national single identity.


sumber: detik


Baca juga:

Selasa, 17 Oktober 2017

PSSI: Tim Medis Persela vs SP Mungkin Minim Pengalaman | PT RFB

Jakarta, PT Rifan Financindo - Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) memastikan pertandingan Persela Lamongan melawan Semen Padang yang diwarnai insiden nahas kiper Choirul Huda di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (15/10), layak digelar.

Choirul meninggal dunia setelah bertabrakan dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues, saat laga Persela melawan Semen Padang memasuki menit ke-45.

Tidak sedikit orang di dunia maya yang mengkritik kinerja tim medis di Stadion Surajaya. Namun, Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono memastikan pertandingan Persela melawan Semen Padang layak digelar.

"Ya secara standar, pertandingan bisa dijalankan. Ada paramedis, tandu, ambulans, dan rumah sakit terdekat," kata Joko usai pertemuan dengan pihak Kemenpora, Senin (16/10).

Meski memastikan pertandingan Persela melawan Semen Padang layak digelar, Joko tidak memungkiri ada kemungkinan tim medis yang menangani Choirul di lapangan minim pengalaman.


"Menjadi tantangan saat kasus yang dihadapi menjadi kasus yang luar biasa. Yang bisa saja, paramedis yang bersangkutan menjadi pengalaman pertama, yang penanganannya dicermati oleh beberapa orang," ucap Joko.

Lebih lanjut, Joko memastikan PSSI tidak ingin buru-buru dalam melakukan evaluasi dan investigasi. PSSI tidak ingin bertindak gegabah dan menganggap sederhana peristiwa yang menewaskan Choirul.

"Tentu kami terbuka untuk jadi lebih baik terhadap semua kasus yang mungkin terjadi di masa mendatang. Kasus kemarin itu benturan dada dan leher, besok mungkin serangan jantung, dan lain sebagainya," ucap Joko.


"Sepak bola ini menjadi atensi kita semua. Menjadi keprihatinan kita semua saat ada kejadian yang memilukan sampai menghilangkan nyawa seseorang. PSSI ingin melakukan pendalaman melalui Komite Medis, dan berinteraksi juga dengan AFC dan FIFA," sambungnya.

Sementara itu Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi menganggap upaya yang dilakukan tim medis saat menangani Choirul di lapangan sudah maksimal. 


"Begitu itu terjadi, ada evakuasi, dibawa sampai Rumah Sakit dan ke ICU. Dan tindakan ICU sudah lakukan yang terbaik. Tetapi, nyawa beliau tidak bisa kita selamatkan," ujar Edy. 


sumber: cnnindonesia


Baca juga:

Senin, 16 Oktober 2017

Klasemen MotoGP: Marquez Kini Cuma Unggul 11 poin dari Dovizioso | PT Rifan Financindo

Jakarta, RifanFinancindo - Perebutan gelar juara MotoGP 2017 di tiga seri sisa masih akan berlangsung amat seru, khususnya setelah Andrea Dovizioso memperkecil jarak dari Marc Marquez.

Dovizioso kini menempati posisi dua papan klasemen setelah memenangi MotoGP Jepang 2017, Minggu (15/10/2017). Rider Ducati tersebut kini berada di posisi kedua dengan 233 poin.

Puncak klasemen masih ditempati Marquez dengan 244 poin, setelah rider Repsol Honda itu mengoleksi tambahan 20 poin hasil dari finis kedua di belakang Dovizioso di Motegi.

Artinya, kedua pebalap kini cuma terpaut 11 poin saja dengan musim ini menyisakan tiga seri lagi yakni di Phillip Island pada 22 Oktober, Sepang pada 29 Oktober, dan Ricardo Tormo pada 12 November.

Sementara itu Maverick Vinales dari Movistar Yamaha harus puas dengan tambahan tujuh poin berkat finis ketujuh yang ia tempati di Motegi. Vinales kini punya 203 poin, kian jauh dari persaingan.


Satu rider lain yang secara matematis masih berpeluang adalah Dani Pedrosa (Repsol Honda) yang punya 170 poin, alias terpaut 74 poin dari Marquez dengan tiga seri sisa masih menghadirkan maksimal 75 poin.

Akan tetapi, tentu saja secara realistis peluang Pedrosa sudah habis seperti halnya Valentino Rossi (Movistar Yamaha) yang terpaku di 168 poin akibat crash di Motegi. Rossi berjarak 76 poin dari Marquez.

Klasemen sementara MotoGP usai MotoGP Jepang (15 besar):

1. Marc Marquez (Spanyol) Honda 244
2. Andrea Dovizioso (Italia) Ducati 233
3. Maverick Vinales (Spanyol) Yamaha 203
4. Dani Pedrosa (Spanyol) Honda 170
5. Valentino Rossi (Italia) Yamaha 168
6. Johann Zarco (Prancis) Yamaha 125
7. Jorge Lorenzo (Spanyol) Ducati 116
8. Danilo Petrucci (Italia) Ducati 111
9. Cal Crutchlow (Inggris Raya) Honda 92
10. Jonas Folger (Jerman) Yamaha 84
11. Alvaro Bautista (Spanyol) Ducati 70
12. Aleix Espargaro (Spanyol) Aprilia 62
13. Jack Miller (Australia) Honda 56
14. Scott Redding (Inggris Raya) Ducati 56

15. Andrea Iannone (Italia) Suzuki 50



sumber: detik



Baca juga:

Jumat, 13 Oktober 2017

Selain Pornografi, Mesin Sensor Internet Bisa Sadap Medsos? | PT Rifan Financindo

Jakarta, Rifan FinancindoMesin sensor internet yang dihadirkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) digadang-gadang bisa menjalankan Deep Packet Inspection (DPI) yang memiliki kemampuan memata-matai seluruh pengguna internet. 

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan langsung membantah isu tersebut. Dikatakan olehnya, mesin sensor yang diadakan oleh Kominfo ini tidak memiliki spesifikasi DPI.

"Ini bukan sistem yang digosipin seperti di luar-luar yang ada DPI, tidak. Kita tidak membeli sistem DPI," jawab Semuel dengan tegas di konferensi pers di Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (9/10/2017).

Semuel lantas menjelaskan bahwa mesin sensor internet yang diadakan oleh Kominfo ini mengusung sistem crawling, dimana bekerja seperti layaknya mesin pencari Google, tinggal menulis keyword nanti akan muncul konten-konten yang dimaksud.

"Ini bukan rocket science. Kita mau bikin mesin crawling content atau website. Dulu itu manual di mana orang-orang harus buka satu per satu website, sekarang jadi lebih cepat dan efektif," sebutnya.

Sadap Medsos?

Di samping terus menapis konten-konten negatif di internet dan dari situs, bagaimana dengan konten-konten yang ada di media sosial?

Dirjen yang akrab disapa Semmy ini menjelaskan penanganan konten negatif di media sosial seperti Facebook, Twitter, ataupun Instagaram, tidak akan sama dengan yang dilakukan untuk website.

Kominfo akan berkoordinasi dengan penyedia media sosial. Bila ada akun yang menyebarkan konten negatif, Kominfo akan segera memberi informasi kepada mereka agar menurunkan konten tersebut.

"Menyangkut media sosial, kita akan koordinasi. Kalau ada yang melanggar perundang-undangan, contohnya ada di Facebook, kita kasih tahu Facebook untuk men-take down, kalau tidak berarti mereka ikut serta," ungkapnya.

Untuk saat ini, mesin sensor internet tersebut belum bisa dioperasikan karena baru selesai dilakukan tender oleh Kementerian Kominfo. 

Proses tender sendiri telah berlangsung sejak 30 Agustus 2017 dan baru diumumkan pemenangnya pada 6 Oktober 2017. Setelah itu, memasuki masa sanggah mulai dari 6-10 Oktober 2017 yang diakhiri penandatangan kontrak pada 12 Oktober 2017.

Lelang mesin sensor internet dengan nilai pagu mencapai Rp 211 miliar. Pemenang dari tender ini adalah PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT Inti) yang menyisihkan 71 peserta lainnya.

Nilai pagu paket mesin sensor internet ini mencapai Rp 211.872.500, sementara untuk nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tercatat sebesar Rp 211.870.060.792. Sedangkan, PT Inti menang lelang dengan memberikan harga penawaran Rp 198.611.683.606 dan harga terkoreksi Rp 194.059.863.536 dengan skor 70 dan skor akhir 94.

Semuel mengatakan mesin sensor akan resmi dioperasikan pada awal tahun depan. "Januari 2018 mesin ini sudah bisa jalan (beroperasi)," ucapnya. 


sumber: detik


Baca juga: