AXA Tower Kuningan City

COMODITY

Sesuatu benda nyata yang relatif mudah di perdagangkan, yang biasanya dapat dibeli atau dijual oleh Investor melalui bursa berjangka

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Jl. Prof. DR. Satrio Kav. 18 Kuningan Setia Budi, Jakarta 12940 Telp : (021)30056300, Fax : (021)30056200

Transaksi anda kami jamin aman dari virus, hacker atau gangguan sejenisnya. Karena trading platfoen kami telah terproteksi sangat baik

Jumat, 18 Agustus 2017

Pemerintah Andalkan Dana Bansos Rp162 T Pangkas Kemiskinan | PT Rifan Financindo

Jakarta, Rifan Financindo -  Memasuki usia ke-72 tahun, Indonesia masih mengandalkan bantuan sosial (bansos) sebagai strategi untuk memerdekakan masyarakat yang masih berada dalam jeratan kemiskinan. Pada tahun ini, pemerintah mengalokasikan anggaran bansos sebesar Rp162 triliun, atau hanya naik 2,66 persen dibanding proyeksi tahun ini sebesar Rp157,8 triliun. 

Berdasarkan data terakhir Badan Pusat Statistik hingga Maret 2017, jumlah penduduk miskin mencapai 27,77 juta orang atau 10,64 persen dari total penduduk Indonesia. Adapun pada tahun ini, pemerintah menargetkan dapat menurunkan presentase penduduk miskin ke kisaran 9,5 persen hingga 10 persen. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, bansos masih menjadi andalan pemerintah dalam menurunkan kemiskinan karena mampu menjadi stimulus penopang kebutuhan masyarakat yang belum bisa ditutup oleh penghasilannya sendiri. Adapun pada tahun ini, kendati kenaikan anggarannya tak signifikan, penyaluran bansos dijanjikan akan lebih tepat sasaran.


"Tantangannya adalah membentuk bagaimana mereka (bansos) tidak bocor, bagaimana mereka bisa betul-betul mencapai masyarakat yang membutuhkan," ujar Sri Mulyani di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (18/8). 

Pada tahun ini, menurut Sri Mulyani, pemerintah akan menambah jumlah penerima bansos. Dia mencontohkan, jumlah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang semula diberikan kepada enam juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tahun ini, dinaikkan menjadi 10 juta KPM pada tahun depan.

Adapun guna memastikan anggaran tepat sasaran, pemerintah menurut Sri Mulyani akan mengandalkan pemberian bansos secara nontunai. Hal tersebut dilakukan agar anggaran langsung diterima masyarakat dan benar-benar digunakan untuk membeli kebutuhan pangan. Selain itu, bansos nontunai juga diharapkan memperluas inklusi keuangan.

"Bantuan negara nontunai dinaikkan menjadi 10 juta," kata Sri Mulyani.

Selain dana bansos, pemerintah juga akan mengucurkan dana desa yang diharapkan dapat ikut menurunkan angka kemiskinan. Sri Mulyani mengaku awalnya ingin mengucurkan dana desa sebesar Rp60 triliun pada tahun ini. Namun, seiring adanya instruksi penghematan dari Presiden Joko Widodo, maka anggaran dana desa terpaksa dipangkas menjadi Rp58 triliun pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Perubahan (APBN-P) tahun 2017.

Adapun pada tahun depan, Sri Mulyani akan kembali memasang target dana desa seperti yang semula ingin dipasang pemerintah tahun ini. Pembedanya, dana desa di tahun depan benar-benar difokuskan pada penumpasan kemiskinan, yang dilakukan dengan cara menurunkan porsi alokasi yang dibagi merata dan meningkatkan alokasi formula. 

Kemudian, dana desa juga akan diberikan dengan bobot yang lebih besar kepada jumlah penduduk miskin, dan pemberian afirmasi kepada daerah tertinggal dan desa yang sangat tertinggal dengan jumlah penduduk miskin yang tinggi akan diperbesar. Pasalnya, Sri Mulyani masih percaya bahwa efek dari dana desa tak kalah ampuh dengan bansos.

Bersamaan dengan dana desa, ada pula Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik yang dianggarkan sebesar Rp62,4 triliun di Rancangan APBN 2018. "Dana alokasi khusus fisik ini tujuannya untuk menghadapi kemiskinan di tingkat akar rumput, itu akan efektif," imbuh Sri Mulyani. 

Adapun dengan DAK fisik, bendahara negara itu menyebutkan, akan difokuskan untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur layanan publik, afirmasi bagi daerah tertinggal, perbatasan, kepulauan, dan trasmigrasi. 

"Infrastruktur yang terkoneksi dengan pasar sehingga mereka (masyarakat) bisa memiliki aktivitas ekonomi yang berkelanjutan. Sehingga itu bisa tekan kemiskinan dan kurangi kesenjangan," terang Sri Mulyani. 

Adapun target penumpasan kemiskinan Sri Mulyani di tahun depan, ditargetkan bisa turun hingga ke tingkat 9,5 persen sampai 10 persen. Sedangkan dari sisi ketimpangan (gini ratio) dipatok mampu merosot ke angka 0,38 dari realisasi saat ini sebesar 0,384. Lalu, tingkat pengangguran diharapkan hanya 5,0 persen sampai 5,3 persen.



Rabu, 16 Agustus 2017

Evan Keluhkan Lapangan di Laga Perdana Timnas Indonesia | PT Rifan Financindo

Jakarta, Rifan Financindo - Timnas Indonesia U-22 harus puas bermain imbang 1-1 dengan tim favorit Thailand pada laga pertama Grup B, SEA Games 2017.

Gelandang Timnas Indonesia, Evan Dimas, mengungkapkan faktor kurang maksimalnya permainan Merah Putih pada awal-awal babak.

Salah satunya adalah keluhan pemain Bhayangkara FC tersebut atas kondisi lapangan di Stadion Shah Alam, pada laga Selasa (15/8) sore.

"Lapangan cukup licin dan kami langsung main di sini, padahal belum uji coba lapangan," terang Evan Dimas.

Namun, Evan Dimas merasa puas karena skuat Garuda terhindar dari kekalahan lawan salah satu tim favorit di SEA Games 2017.

Tim Merah Putih sempat tertinggal lebih dulu dari skuat Gajah Perang pada menit ke-10 lewat tendangan Chaiyawat Buran.

Indonesia baru bisa menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti Septian David Maulana pada menit ke-61.

Skuat Merah Putih mendapat hadiah penalti setelah pemain Thailand menjatuhkan Osvaldo Haay di dalam kotak penalti.

"Alhamdulillah kami bersyukur dengan hasil ini (imnang 1-1 lawan Thailand) dan membuat kami tetap percaya diri," terang Evan Dimas.

Meski demikian, ia mencoba mengingatkan rekan-rekan setimnya agar tidak merasa cepat puas. 

"Saya berpesan kepada teman-teman jangan berpuas diri dulu karena perjalanan masih panjang, masih ada pertandingan-pertandingan selanjutnya," tegas Evan.


Terlepas dari itu, hasil imbang dengan Thailand diharapkan Evan menjadi modal baik untuk laga-laga selanjutnya.

"Hasil ini tentu akan sangat berpengaruh ke pertandingan-pertandingan selanjutnya. Semoga ini membawa hal yang lebih baik hingga pertandingan terakhir," pungkas pemain 22 tahun tersebut.



Selasa, 15 Agustus 2017

Ekonomi RI Disebut Lesu, Bagaimana Penjualan Tiket Pesawat? | PT Rifan Financindo

Jakarta, Rifan Financindo - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2017 mencapai 5,01% atau sama dengan kuartal sebelumnya. Beberapa pihak pun ada yang pro dan juga ada yang kontra soal lesunya ekonomi Indonesia.

Terlepas dari perdebatan tersebut, penjualan tiket pesawat, khususnya maskapai pelat merah Garuda Indonesia mengalami pertumbuhan yang positif meskipun tipis.

"Kita kalau lihat di triwulan ke dua dan tiga bulan Juli sih cukup baik ya trennya. Kalau dibandingkan juga misalnya bulan Juli dibandingkan dengan bulan Juli tahun lalu peningkatan meski pun sedikit peningkatannya," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Mansury di sela Seminar dengan tema The Impact on the Digital Era on Business Strategy and Conducts di Pullman Hotel, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (10/8/2017). 


Ditanya mengenai peningkatan penjualan tiket pesawat, Pahala enggan membeberkan lebih jauh. Namun baik Garuda Indonesia maupun anak usahanya, yaitu Citilink menunjukan penjualan tiket yang cukup positif dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Enggak bisa disampaikan karena kita belum publikasi laporan keuangan ya, tapi kalau kita lihat sampai sejauh ini baik itu di Garuda maupun itu di Citilink kelihatannya ada sedikit perbaikan meskipun enggak signifikan," ujar Pahala. 

Lebih jauh, Pahala menambahkan kenaikan penjualan tiket pesawat terjadi di kelas ekonomi. Pasalnya kursi kelas ekonomi memiliki porsi yang lebih besar dibandingkan kursi kelas bisnis. Selain itu, pembelian tiket pesawat Garuda Indonesia untuk tujuan domestik dan internasional sama-sama mengalami pertumbuhan yang positif.

"Karena sebagian besar yang dijual itu adalah tiket kelas ekonomi tentunya di kelas ekonomi yang paling terasa," tutur Pahala.


Senin, 14 Agustus 2017

Hasil MotoGP Austria 2017 | PT Rifan Financindo


Jakarta, Rifan Financindo - Duel seru terjadi di MotoGP Austria 2017 antara Andrea Dovizioso dan Marc Marquez. Pada akhirnya Dovizioso yang jadi juara di Austria.

Pada balapan yang dihelat di sirkuit Red Bull Ring, Minggu (13/8/2017) malam WIB, Marquez yang memegang pole position harus kehilangan posisinya itu setelah disalip Jorge Lorenzo di lap pertama.

Setelah 12 lap berlalu, Marquez akhirnya mampu menyalip Lorenzo untuk berada di posisi terdepan. Tapi, datang lagi pebalap Ducati lainnya, Dovizioso, yang berduel dengan Marquez.


Salip-menyalip terjadi antara keduanya sampai puncaknya di tikungan terakhir pada lap ke-28 sebelum akhirnya Dovizioso jadi pebalap pertama yang melintasi garis finis. Marquez harus puas di posisi kedua diikuti Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo.

Berada di posisi kelima hingga ke-10 ada Johann Zarco, Maverick Vinales, Valentino Rossi, Alvaro Bautista, Loris Baz, dan Mika Kallio.

Tambahan 25 poin sekaligus kemenangan ketiganya musim ini membuat Dovizioso naik ke posisi kedua dengan 158 poin, menggeser Vinales ke posisi ketiga dengan 150 poin. Marquez masih kokoh di puncak klasemen dengan 174 poin.

Rossi di posisi keempat dengan 141 poin disusul Pedrosa di posisi kelima dengan 139 poin. Balapan MotoGP sudah berjalan 11 seri.

Hasil MotoGP Austria

Kamis, 10 Agustus 2017

Pasar Otomotif Indonesia Terbesar di ASEAN | PT Rifan Financindo

Jakarta, Rifan Financindo - Industri otomotif merupakan salah satu industri yang menjanjikan untuk Indonesia. Dari sekian banyak pasar otomotif di Asia Tenggara, Indonesia menjadi salah satu negara dengan sumbangan terbesar di industri otomotif.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Menurutnya, industri otomotif Indonesia memiliki kontribusi 1/3 dari total permintaan pasar di ASEAN.

"Artinya ini membuktikan Indonesia sebagai negara terbesar (di bidang industri otomotif) di ASEAN. ASEAN ekonominya sekitar US$ 2,3 triliun, sementara Indonesia US$ 1 triliun. Artinya potensi Indonesia untuk pengembangan ini menjadi sangat besar," kata Airlangga dalam sambutannya di acara pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di ICE, BSD City, Tangerang, Kamis (10/8/2017).


Kata Airlangga, investasi sektor otomotif di tahun 2017 ini nilainya tembus Rp 16,5 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa industri otomotif tumbuh dan investor percaya dengan kebijakan pemerintah.

"Sehingga menciptakan tambahan lapangan pekerjaan sebanyak 5.000 orang. Tenaga kerja di sektor ini hampir mencapai 1 juta orang, dan secara tidak langsung yang terkait dengan sektor ini adalah 5 juta orang. Dengan demikian ini juga merupakan salah satu sektor yang selain memberikan nilai tambah, juga menyerap tenaga kerja," kata Airlangga.