AXA Tower Kuningan City

COMODITY

Sesuatu benda nyata yang relatif mudah di perdagangkan, yang biasanya dapat dibeli atau dijual oleh Investor melalui bursa berjangka

PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Jl. Prof. DR. Satrio Kav. 18 Kuningan Setia Budi, Jakarta 12940 Telp : (021)30056300, Fax : (021)30056200

Transaksi anda kami jamin aman dari virus, hacker atau gangguan sejenisnya. Karena trading platfoen kami telah terproteksi sangat baik

Kamis, 14 Februari 2019

PT Rifan - Cuaca Hari Ini: Hujan Petir dan Angin Kencang di 4 Wilayah Jakarta


PT Rifan Financindo Berjangka, Jakarta - Cuaca Jakarta dan sekitarnya hari ini diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berpotensi hujan dan angin kencang di sejumlah titik di Ibu Kota.
Meski berdurasi singkat, dilaporkan hujan yang turun pada siang nanti juga diwarnai petir. Info tersebut dilaporkan BMKG lewat peringatan dininya pada laman resmi www.bmkg.go.id.
"Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang dengan durasi singkat di wilayah Jaktim dan Jaksel antara siang, sore, dan awal malam hari serta di wilayah Kep Seribu dan Jakut pada dini hari."
Sementara, cuaca cerah berawan akan menyinari sebagian besar wilayah DKI Jakarta pagi ini, Kamis (14/2/2019). Siang hari, hujan ringan hingga sedang akan terjadi lima wilayah Ibu Kota.
Ada pun kondisi cuaca di kota penyangga Jakarta pagi ini diperkirakan berawan dan bakal terjadi di Bekasi, Depok serta Bogor.
Sedangkan hujan ringan dan hujan lokal akan terjadi pada siang hingga malam hari. 
Berikut prakiraan cuaca Jabodetabek selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG, Kamis (14/2/2019):

 Kota  Pagi  Siang  Malam 
 Jakarta Barat Cerah Berawan Hujan Ringan Hujan Lokal
 Jakarta Pusat Cerah Berawan Hujan Ringan Hujan Lokal
 Jakarta Selatan Cerah Berawan Hujan Sedang Hujan Ringan
 Jakarta Timur Cerah Berawan Hujan Sedang Hujan Ringan
 Jakarta Utara Cerah Berawan Hujan Lokal Cerah Berawan
 Kepulauan   Seribu Hujan Lokal Berawan Cerah Berawan
 Bekasi Berawan Hujan Ringan Hujan Ringan
 Depok Berawan Hujan Ringan Hujan Ringan
 Bogor Berawan Hujan Ringan Hujan Ringan
 Tangerang Cerah Berawan Hujan Lokal Berawam

Sumber: Liputan 6
Ed – rifanfinancindo
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | PUSAT Headunit

Rabu, 13 Februari 2019

PT Rifan - Seoul Calonkan Diri Sebagai Tuan Rumah Olimpiade 2032, Gandeng Pyongyang?


PT Rifan Financindo Berjangka, Seoul - Pemerintah Korea Selatan telah memilih ibu kotanya, Seoul, untuk maju sebagai kandidat Olimpiade musim panas 2032, yang bertujuan sebagai tuan rumah bersama dengan Korea Utara.
Korea Selatan akan secara resmi memberi tahu Komite Olimpiade Internasional tentang keputusan tersebut di sebuah acara di Lausanne, Swiss, pada Jumat 15 Februari.
Sementara itu, Korea Utara diperkirakan akan mengumumkan kota yang dicalonkannya pada akhir pekan ini, di mana kemungkinan terbesarnya adalah ibu kota Pyongyang, demikian sebagaimana dikutip dari Channel News Asia pada Selasa (12/2/2019).
Keputusan untuk mengejar tawaran bersama --serta untuk berpartisipasi serupa dalam Olimpiade Musim Panas Tokyo 2020-- dibuat setelah serangkaian pembicaraan antar-Korea tahun lalu, yang memicu rekonsiliasi lintas perbatasan.
Dalam pertemuan yang diadakan oleh komite Olimpiade Korea Selatan pada hari Senin, Seoul mengalahkan saingannya, kota pelabuhan di selatan, Busan.
Walikota Seoul Park Won-soon mengatakan dia akan memastikan tawaran itu berfungsi sebagai kesempatan untuk "mengubah nasib semenanjung Korea".
"Jika Olimpiade Seoul 1988 adalah 'Olimpiade rekonsiliasi' di tengah perang dingin antara Timur dan Barat, dan Olimpiade PyeongChang 2018 adalah salah satu bukti perdamaian, Olimpiade 2032 akan dipromosikan sebagai perhentian akhir dalam membangun perdamaian," ujar Park mantap.
Terakhir kali Seoul menjadi tuan rumah Olimpiade musim panas pada 1988 silam, dan diboikot langsung oleh Pyongyang.

Sumber: Liputan 6
Ed – rifanfinancindo
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | PUSAT Headunit

Selasa, 12 Februari 2019

PT Rifan - Jokowi Cabut Larangan Soal Rapat Pejabat Pemerintah di Hotel

PT Rifan Financindo Berjangka, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mencabut larangan pejabat pemerintah melakukan rapat di hotel, yang dibuat Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Aturan tersebut sebelumnya dibuat sebagai buntut kasus penganiayaan pegawai KPK, yang tengah mengawasi pembahasan RAPBD Papua di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.
Jokowi mencabut larangan tersebut saat menghadiri Gala Dinner Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Holten Sultan Jakarta, Senin 11 Februari 2019. Pencabutan ini juga merupakan respons Jokowi terhadap keluhan PHRI terkait larangan tersebut.
Jokowi pun memastikan bahwa aturan Mendagri tidak ditindaklanjuti. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku telah diberitahu langsung oleh Tjahjo.
"Apa yang statement Mendagri dulu, tadi baru saja saya diberi tahu, beres pak tidak akan ditindaklanjuti. Baru aja ini tadi jawab langsung oleh Mendagri tidak ditindaklanjuti, kata Jokowi.
Pernyataan Jokowi itu sontak disambut oleh para pengusaha hotel dan restoran yang hadir dalam acara tersebut.

Dikeluhkan Pengusaha

Sebelumnya, Jokowi juga mendapat keluhan dari Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani soal mahalnya harga tiket penerbangan domestik. Kepada Jokowi, Hariyadi menyebut kenaikan tiket pesawat membuat kamar hotel di daerah menjadi sepi pengunjung.
Dia mengatakan mahalnya harga tiket pesawat domestik membuat masyarakat lebih memilih untuk berlibur ke luar negeri. Hariyadi juga menyebut harga tiket pesawat yang mahal ini berdampak pada sepinya kamar hotel di daerah.
"Kondisi harga tiket yang mahal ini telah mengakibatkan berkurangnya perjalanan masyarakat yang berakibat menurunnya hunian hotel 20-40 persen," jelas Hariyadi di lokasi yang sama.

Sumber: Liputan 6
Ed – rifanfinancindo
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | PUSAT Headunit

Senin, 11 Februari 2019

PT Rifan - Empat Tersangka Prostitusi Online Artis Ajukan Penangguhan Penahanan, Ditolak?


PT Rifan Financindo Berjangka, Surabaya - l Kepolisian Daerah Jawa Timur mengungkapkan, empat tersangka prostitusi online yakni muncikari ES, TN, W dan artis VA mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Sebelumnya, penahanan muncikari F ditangguhkan karena kondisi kesehatannya yang tidak baik dan sedang hamil.
"Empat tersangka sudah masuk (pengajuan permohonan penangguhan penahanan, red) dan menjadi bahan pertimbangan. Artinya, sementara ini kami masih proses pemeriksaan lanjutan untuk membaca alat bukti digital dan keterkaitan satu sama lain," kata Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Akhmad Yusep Gunawan di Surabaya, Minggu 10 Februari 2019.
Dia mengatakan, pihaknya masih melakukan pengembangan dengan mengejar beberapa daftar pencarian orang (DPO) untuk kesempurnaan pembuktian jaringan bisnis prostitusi online tersebut. Oleh karena itu, pihaknya masih mempertimbangkan permohonan keempatnya.
Selain itu, Polda Jatim masih melakukan pemberkasan kasus prostitusi online artis dan model tersebut.
Terlebih, Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan telah menginstruksikan agar membuktikan harus dilakukan secara objektif dan subjektif dalam pasal yang dipersangkakan, baik Pasal 27 ayat 1 UU ITE maupun pasal 506 dan 296 KUHP.
"Untuk VA, sementara masih proses pemeriksaan dan membutuhkan yang bersangkutan. Kami juga harus melakukan konfrontasi satu sama lain," ujar Yusep seperti dilansir Antara.

Masih Kejar 2 Buron

Sementara mengenai perkembangan kasus itu, Yusep mengungkapkan, pihaknya telah memanggil beberapa artis dan mereka kooperatif untuk menyampaikan apa yang mereka ketahui dan alami mengenai pelacuran tersebut.
Polda Jatim juga masih mengejar dua nama DPO lagi. Dua DPO ini, berkaitan dengan artis VA. Pasalnya, dari alat bukti yang ada, artis VA tidak hanya sekali melibatkan orang-orang yang buron tersebut.
"Saat ini masih proses pencarian, data identitas sudah didapat. Mudah-mudahan secepatnya akan kita tangkap. Lokasi usdah diketahui walau masih dilakukan pengejaran," tutur Yusep.

Sumber: Liputan 6
Ed – rifanfinancindo
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | PUSAT Headunit

Kamis, 07 Februari 2019

PT Rifan - Wawancara Khusus Menhub: Fakta Bagasi Pesawat Berbayar hingga Ojek Online

PT Rifan Financindo Berjangka, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan berupaya memberikan pelayanan transportasi yang baik, aman dan nyaman untuk masyarakat. Pelayanan transportasi itu mulai dari udara, darat dan laut.
Selama empat tahun ini, Kementerian Perhubungan telah membangun dan membenahi infrastruktur transportasi, seperti pelabuhan, bandara dan lainnya. Adapun infrastruktur bandara ini memudahkan masyarakat untuk bepergian, meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.Tak hanya bandara, lewat program tol laut, Kementerian Perhubungan berupaya membantu masyarakat sehingga harga bahan pokok di Indonesia Timur lebih terjangkau.
Selain itu, Kementerian Perhubungan telah membenahi Pelabuhan Tanjung Priok sehingga dapat membantu ekonomi Indonesia lewat kegiatan ekspor impor.
Akan tetapi, masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus dilakukan dan diselesaikan oleh Kementerian Perhubungan.
Apalagi, perkembangan teknologi terutama di sektor transportasi juga membuat Kementerian Perhubungan berupaya melindungi masyarakat, para pekerja di sektor transportasi online dan pemangku kepentingan lainnya.
Tak hanya itu saja, industri maskapai juga hadapi tantangan operasional karena kenaikan biaya seperti avtur dan lainnya. Untuk hadapi tantangan itu, maskapai terutama maskapai berbiaya murah memilih untuk menerapkan tarif bagasi atau bagasi berbayar.
Lalu bagaimana kondisi maskapai di Indonesia? Bagaimana perkembangan aturan ojek online? Apa saja pekerjaan rumah yang sedang diselesaikan Kementerian Perhubungan?
Berikut wawancara Liputan6.com dengan Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi:
Memasuki akhir masa jabatan hal apa saja yang sudah dicapai?
Kita memang dapat amanah pak presiden membangun konektivitas bagi masyarakat.
Oleh karenanya kita memang membuat bandara  diselesaikan dan memberikan manfaat kepada masyarakat seperti Soekarno- Hatta, Semarang dan bandara terpencil seperti Berau, Miangas, dan sebagainya.
Karena kita tahu bahwa konektivitas itu sangat penting bagi negara kita yang menghubungkan pulau ke pulau. Alhamdulillah ekonomi kita juga membaik, seperti ekonomi masyarakat Papua, Maluku untuk bepergian lebih baik.
Jadi ada pertumbuhan signifikan yaitu sembilan persen dari kenaikan jumlah penumpang yang melalui udara.
Kalau bicara laut, memang ada dua hal yang kita lakukan. Satu kaitan dengan logistik. Bagaimana kita lajukan intensifikasi atau perbaikan bagi pelabuhan utama kita seperti Tanjung Priok, Makasar, Belawan, secara evaluasi ranking logistik kita lebih baik dibanding tahun lalu.
Tapi secara real ada kegiatan menggembirakan seperti di Tanjung Priok. Sekarang ini ada kapal dengan kapasitas 10 ribu Teus, yang tujuannya langsung ke AS. Selama ini yang namanya logistik kita hub ada di Singapura dan Malaysia.
Oleh karena-nya, saya menggalang suatu kekuatan agar Tanjung Priok itu tumbuh dan bisa menjadi hub bagi semuanya. Untuk itu orangnya mesti kita perbaiki, komitmen para stakeholderjuga dan itu berjalan baik.
Tapi ada yang sifatnya untuk masyarakat banyak seperti program tol laut itu berhasil menurunkan disparitas harga di Indonesia Timur.
Pelabuhan di Indonesia Timur membutuhkan ini sebagai kegiatan interaksi ekonomi. Setelah itu kita juga ada angkutan perintis untuk masyarakat. Intinya di laut kita upayakan daya saing membaik tapi kita juga care ke masyarakat kalangan bawah.
Kita sekolahkan lebih dari 150 ribu orang untuk keselamatan, kita bagi kapal-kapal pinisi di kabupaten. Supaya mereka ingat bahwa yang namanya kapal pinisi itu kearifan lokal.
Kereta api, makin baik. Kalau kita tanya orang naik kereta api rata-rata puas. Itu yang pendek dan banyak. Memang di Jakarta kapasitas belum maksimal, makanya kita akan improve.
Di darat, ini PR-nya banyak kita memang sudah bangun banyak terminal, revitalisasi bus dan sebagainya. Tapi memang industri bus di Indonesia harus ditingkatkan. Supaya itu menjadi bagian pilihan utama baik di dalam kota atau di luar kota.

Sumber: Liputan 6
Ed – rifanfinancindo
PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | PUSAT Headunit